Dak beton rumah bisa membahayakan Anda dan keluarga jika sampai retak dan bocor. Kondisi ini bisa bikin plafon bernoda dan lebih parahnya lagi, bisa ambruk tanpa ada aba-aba. Meski lebih kokoh daripada atap rumah biasa, atap dak beton tetap menyimpan potensi retak dan kebocoran. Pasalnya, material ini punya sifat porous atau berpori-pori halus yang menjadi jalur masuknya air secara perlahan.
Air yang masuk, kemudian akan mengendap di dalam beton dan membuat bagian dalamnya lembab yang memicu besi tulangan mengalami karat. Ketika besinya sudah berkarat, maka kekuatan dak pelan-pelan akan melemah. Saat dak melemah, retakan kecil bisa melebar dan merembet ke bagian lain. Ini yang sebenarnya bikin bocor dan membahayakan struktur bangunan.
Untuk menghindari hal-hal tersebut, Anda harus paham cara mencegah retak dan bocor dak rumah agar hunian jauh lebih aman.
Cara Mencegah Retak dan Bocor Dak Rumah
Kalau strukturnya rusak, hal paling fatal yang bisa terjadi adalah bangunan akan ambruk dan ini, jelas sangat membahayakan dalam jangka panjang. Tak ingin itu terjadi? Anda wajib cek cara pencegahannya di sini:
1. Perencanaan & Pengerjaan Dak yang Benar Sejak Awal
Semua masalah bocor itu biasanya berawal perencanaan yang asal-asalan. Termasuk soal dak. Banyak yang mengira, mengecornya dengan tebal sudah cukup. Padahal, ketebalan, mutu beton, sampai perawatan setelah pengecoran itu semua punya peran besar.
Standar umumnya adalah minimal 12 cm. Ini sudah berdasarkan Jurnal Teknik Gradien yang menurut analisanya, cukup untuk kuat menahan beban seperti beban orang, perabot, toren air, dan juga jemuran.
Dak yang terlalu tipis biasanya gampang retak, apalagi jika suhu berubah-ubah secara ekstrim baik siang maupun malam.
2. Permukaan Dak Harus Siap Sebelum Waterproofing
Sebelum Anda melapisinya dak beton dengan anti-bocor, kondisi permukaannya harus benar-benar siap. Anda harus membersihkan permukaannya baik dari debu, minyak, atau kotoran. Ini perlu Anda lakukan agar lapisan waterproofing lebih gampang menempel.
Selain itu, baiknya pastikan dulu permukaan dak yang Anda gunakan sudah kering. Ini karena lapisan anti-bocor butuh permukaan yang kering sempurna. Jika lembab, maka daya rekatnya akan berkurang dan membuat lapisan gampang terkelupas atau bocor.
Satu hal lain sebagai cara mencegah retak dan bocor dak rumah yakni menggunakan primer atau cat dasar waterproofing. Ini bisa Anda gunakan agar lapisan utamanya menempel dengan lebih kuat.
3. Aplikasikan Waterproofing yang Tepat
Ada cukup banyak jenis material waterproofing. Setiap tipe juga punya kelebihan maupun kekurangannya. Anda pun hanya harus menyesuaikan dengan kebutuhan maupun budget.
Saran kami, silakan pakai beberapa waterproofing seperti:
- Bitumen Membrane
- Lapisan Cair Polyurethane (PU)
- Membran PVC/PU
- Lapisan Minimal 2 – 3 kali
Dengan begitu, dak rumah akan terhindar dari kebocoran hingga keretakan yang diakibatkan oleh masuknya air ke bagian dalam beton.
Untuk memaksimalkannya, Anda pun bisa membangun atap dak rumah yang kuat dengan produk-produk berkualitas dari SCG Indonesia.

